loading...
Senin, 06 Maret 2017

Manusia Yg Bisa Mengeluarkan Api Ada Di Dunia Nyata

Pernah nonton film Fantastic 4? Diceritakan salah satu dari mereka,yaitu Human Torch,bisa mengendalikan dan mengeluarkan api dari tubuhnya.Tidak tanggung-tanggung,api yg dihasilkan pun bisa keluar di sekujur tubuhnya.Dan sebenarnya,hal tersebut ada di dunia nyata.

Hal tersebut dapat dicapai,yaitu dengan melakukan percepatan partikel untuk meningkatkan suhu,hingga mencapai tingkat panas yg ekstrem,serta bisa memancarkan bunga api,sehingga dapat mengeluarkan api.

Sebagian besar orang dengan memiliki karunia ini,mempunyai kemampuan untuk meningkatkan suhu pribadi mereka untuk menghangatkan tubuh,bahkan dalam kondisi paling dingin sekalipun.

http://cnmbvc.blogspot.com/2017/03/manusia-yg-bisa-mengeluarkan-api-ada-di.html

Dalam beberapa rutinitas pyrokinetic (mengendalikan api), orang yang dapat menggunakan pyrokinesis bisa membuat api,tetapi secara " teknis " pyrokinetic hanya dapat memanipulasi api,meskipun mereka dapat membakar bahan yg mudah terbakar,dan membuat api setelahnya.Kemampuan untuk membuat api dari udara tipis,tanpa bahan yg mudah terbakar,disebut " pyrogenesis. "

Pyrokinesis berada di bawah payung telekinesis,atau terkadang psikokinesis sendiri ialah seorang praktisi yg menggunakan pikirannya buat mempengaruhi dunia fisik yg ada di sekitar mereka.

Secara tradisional,seorang pyrokinetic dapat menyalakan api ketika kondisi sesuai dengan pasokan yg cukup untuk menciptakan api,yaitu bahan bakar, oksigen,dan panas,kemudian memanipulasi intensitas api dan arah di mana bahan-bahan itu berada.

Jadi,pyrokinetic dapat mengobarkan setumpuk surat kabar dan tidak membakar tirai yg ada di dekatnya,atau menyebabkan api menyebar dengan cepat melalui daerah tertentu pada kecepatan yg tidak wajar.

Walaupun tidak ada eksperimen empiris yg telah terbukti sesuai dengan yg ditampilkan oleh tradisi pyrokinesis populer,kemampuan untuk menghasilkan panas telah ditunjukkan oleh praktisi seni bela diri tertentu.

Seniman bela diri ini,dengan memanipulasi energi " Chi ", mereka dapat memancarkan panas dari tangan mereka atau bagian lain dari tubuh mereka. Beberapa berpendapat bahwa kemampuan ini tidak " benar ",melainkan hanya pyrokinesis berbentuk bio feedback dan sekedar kontrol,meningkatkan dalam peningkatan kemampuan alami tubuh untuk menghasilkan panas.Sementara yg lain mengatakan,bahwa itu adalah kemampuan manipulasi pikiran dunia materi dan dengan demikian dapat memenuhi syarat sebagai telekinesis.

Banyak yg memiliki kemampuan ini bekerja dengan energi negatif yg cenderung lebih hangat,kemudian berubah bentuk ke energi positif.Yang miliki kemampuan ini cenderung penuh energi negatif,maka dengan demikian sangat panas bila disentuh,atau dalam kekurangan energi negatif, sehingga menjadikannya cukup beku untuk disentuh.

Fenomena yg dirasakan sejumlah penderita pyrokinetics,berbeda dengan yg disebut penghangusan tubuh secara spontan atau Spontaneous Human Combustion (SHC),baca disini.SHC sering berakibat fatal,karena panas yg terjadi bisa mengubah tubuh menjadi setumpuk abu hanya dalam beberapa menit.

Bisa dibayangkan seberapa kuat panasnya,bila dibandingkan dengan pembakaran jenazah di krematorium yg menggunakan panas pada suhu 1. 110 C,perlu waktu 8 jam untuk membakar jenazah disitu.Itupun,bekas yg ditinggalkan tidak seperti pada peristiwa SHC.

SHC adalah fenomena yg tidak secara langsung berkaitan dengan pyrokinesis, tetapi kesimpulan logis yg di dapat dan telah ditarik diantara keduanya adalah jika seseorang tiba-tiba terbakar tanpa alasan yang dapat dipahami,tentu saja dapat menjadi target pyrokinetic,jika seseorang mengandaikan adanya hal semacam itu.

Teori-teori lain di sekitar keduanya,SHC dan praktisi pyrokinesis yg berjuang untuk mengendalikan kemampuan mereka dan secara tidak sengaja mengubahnya pada diri mereka sendiri,sehingga terjadilah SHC.

Willy Brough (12) dari Turlock,California,misalnya,dikira bisa menyalakan api hanya dengan memandangnya.Akibatnya,ia harus menerima saja ketika diusir keluarganya,karena di kira kerasukan roh jahat.

Untunglah,seorang petani yg tinggal di dekat rumahnya mau memungut bocah itu dan kembali menyekolahkannya.Namun sayang,di sekolah baru ini ia hanya bertahan 1 hari.Karena hanya dalam 1 hari itu saja,lima ruang kelas dilalap api yg bersumber dari sorot matanya.

Contoh lainnya adalah Benedetto Supino dari Formia,dekat Roma,yg selanjutnya mejadi perhatian masyarakatnya.Bermula pada tahun 1982,ketika buku komik yg dibacanya di ruang tunggu dokter gigi tiba-tiba menyala.

Sejak mulai itu,ia dan keluarganya dikejutkan oleh beberapa kebakaran.Meja, kursi,dan bermacam-macam barang lainnya terbakar setiap kali Benedetto melewatinya,termasuk juga seprai tempat tidurnya,atau barang-barang yg dipegangnya,terutama buku.Demikian pula dengan barang yg dipandangnya dengan serius,seperti yg pernah terjadi pada benda plastik yg dipegang pamannya.

Kemampuan itu membuat Benedetto merasa sangat malu,bahkan tertekan. Sementara para ilmuwan tidak bisa banyak membantunya.Professor Mario Scuncio dari Pusat Kesehatan Sosial Tivoli misalnya,justru memberikan diagnosis yg agak janggal dengan menilai kondisi kejiwaan anak laki-laki yg pendiam dan kutu buku itu sangat normal.

Dr. Giovanni Ballesio,dekan jurusan pengobatan kesehatan dari Rome University,yg pernah menyelidiki kemungkinan ketidaknormalan pada orang yg mempunyai kemampuan membangkitkan listrik tinggi pun,tidak bisa menemukannya penjelasan apa-apa di balik semua kebakaran itu.Benedetto hanya menyandarkan harapannya pada parapsikolog Demetrio Croce yg mencoba mengajarkan bagaimana mengontrol kemampuannya itu.

Nasib mengenaskan lain dirasakan Jennie Bramwell yg yatim piatu.Hanya dalam beberapa minggu setelah diadopsi,di rumah Dawson,keluarga angkatnya di Thorah Island,Ontario.Telah terjadi berpuluh kali kebakaran kecil.Api yg menjilat langit-langit,dinding,perabotan,handuk,bahkan kucing kesayangan keluarga, terjadi spontan saat Jennie ada di dekatnya.Jennie pun dikembalikan ke rumah yatim piatu tempat asalnya.

Kemampuan seperti itu juga dikembangkan secara teratur oleh para biksu di Tibet,bahkan hal tersebut diujikan dalam proses inisiasi mereka,dengan membungkus diri dalam lembaran kain dan kertas basah,dan menghabiskan malam di pegunungan yg dingin,duduk di salju.Di pagi hari,jika mereka lulus ujian,kertas dan kain akan mengering dan beberapa salju yg menyentuh tulang kaki di wilayah biarawan tersebut akan cair meleleh.

Tekhnik mereka ini disebut memperluas Sushumna.Sushumna adalah jalur dari perjalanan kundalini hingga tulang belakang.Memperluas sushumna digunakan untuk meningkatkan suhu tubuh dan membuat panas.Kemampuan ini juga dapat diterapkan buat pyrokinesis,mengatur benda-benda hingga dapat terbakar dengan kekuatan pikirannya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Manusia Yg Bisa Mengeluarkan Api Ada Di Dunia Nyata

0 komentar:

Posting Komentar